peraturan:0tkbpera:f52a7b2610fb4d3f74b4106fb80b233d
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
___________________________________________________________________________________________
18 Juli 2005
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S - 645/PJ.51/2005
TENTANG
PERMOHONAN PENJELASAN PENGGUNAAN ATAS FAKTUR PAJAK STANDAR MATA UANG ASING
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
Sehubungan dengan surat PT ABC Nomor : XXX tanggal 26 Mei 2005 hal tersebut di atas, dengan ini
disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Dalam surat tersebut di atas, Saudara menyampaikan bahwa:
a. PT ABC telah mencetak Faktur Pajak Standar dalam mata uang asing dalam jumlah banyak
sesuai Lampiran IB Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-549/PJ/2000 dimana pada
kolom rupiah dan kolom valas baris PPN, diarsir dengan warna hitam.
b. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-323/PJ./2001 ada perubahan atas
Faktur Pajak Standar dalam mata uang asing tersebut dimana pada kolom rupiah dan kolom
valas baris PPN, tidak lagi diarsir dengan warna hitam.
c. Berdasarkan hal tersebut diatas, Saudara mohon penjelasan apakah Faktur Pajak yang telah
dicetak sesuai Lampiran IB Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-549/PJ/2000 masih
dapat digunakan.
2. Sesuai dengan Pasal 13 ayat (5) Undang-Undang Nomor 8 TAHUN 1983 Tentang Pajak Pertambahan
Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 18 TAHUN 2000 diatur bahwa dalam Faktur Pajak harus
dicantumkan keterangan tentang penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak
yang paling sedikit memuat:
a) Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa
Kena Pajak;
b) Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa
Kena Pajak;
c) Jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga;
d) Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut;
e) Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang dipungut;
f) Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan Faktur Pajak; dan
g) Nama, jabatan dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.
3. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-323/PJ./2001 tentang Perubahan Atas
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-549/PJ/2000 tentang Saat Pembuatan, Bentuk, Ukuran,
Pengadaan, Tata Cara Penyampaian, dan Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar, diatur antara
lain:
a. Pasal 2 ayat (7), apabila pembayaran atas Harga Jual atau Penggantian dilakukan dengan
menggunakan mata uang asing, maka bentuk dan ukuran Faktur Pajak Standar dapat dibuat
sebagaimana contoh dalam Lampiran IB Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini atau
disesuaikan dengan Kepentingan Pengusaha Kena Pajak.
b. Pasal 8A ayat (1), Faktur Pajak Standar yang sudah terlanjur dicetak dengan bentuk dan
ukuran yang mengacu pada Lampiran 1 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor :
KEP-53/PJ./1994 sepanjang diisi dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (1)
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-549/PJ./2000 tentang Saat Pembuatan,
Bentuk, Ukuran, Pengadaan, Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar sebagaimana telah
diubah dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, tetap dapat digunakan sampai habis.
4. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dengan ini disampaikan penegasan bahwa formulir Faktur Pajak
yang terlanjur Saudara cetak dengan bentuk dan ukuran sesuai Lampiran IB Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-549/PJ/2000 tetap dapat digunakan sampai habis dan dalam pengisiannya
paling sedikit harus mencantumkan keterangan-keterangan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 di
atas.
Demikian agar menjadi maklum.
DIREKTUR,
ttd.
A. SJARIFUDDIN ALSAH
peraturan/0tkbpera/f52a7b2610fb4d3f74b4106fb80b233d.txt · Last modified: by 127.0.0.1