peraturan:0tkbpera:f50fb34f27bd263e6be8ffcf8967ced0
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
___________________________________________________________________________________________
14 Pebruari 2000
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S - 197/PJ.52/2000
TENTANG
PEMUSATAN TEMPAT TERUTANG PPN ATAS PERUBAHAN ALAMAT SALES/MESS
DAN PENAMBAHAN SALES/MESS BARU PT. ABC
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
1. Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : ----- tanggal 06 Juli 1999 perihal tersebut pada pokok
surat, Saudara menyatakan bahwa terdapat perubahan alamat Sales/Mess di Pekalongan, Purwokerto,
Malang, dan Banyuwangi serta adanya penambahan Sales/Mess yang baru dibuka di Purworejo,
Lamongan, dan Jember.
2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dengan ini diberikan penegasan sebagai berikut :
a. Direktur Jenderal Pajak dapat menyetujui permohonan Saudara untuk menambah liputan ijin
pemusatan tempat terutang PPN sebagaimana terakhir yang diberikan Surat Direktur Jenderal
Pajak Nomor : S-1616/PJ.52/1998 tanggal 24 Juli 1998.
b. Berdasarkan perubahan-perubahan tersebut pada butir 1 di atas maka daftar Sales/Mess
PT. ABC yang diberikan ijin sentralisasi tempat terutang PPN terakhir berdasarkan lampiran
surat kami Nomor : S-1616/PJ.52/1998 tanggal 24 Juli 1998 ditambah dengan daftar Sales/
Mess baru serta beberapa perubahan alamat atas Sales/Mess yang lama (terlampir).
3. Untuk keperluan tersebut, hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Atas penyerahan Barang Kena Pajak oleh Sales/Mess tersebut tetap terutang PPN.
b. Penghitungan, penyetoran, dan pelaporan PPN dilakukan untuk dan atas nama kantor pusat
atau Sales/Mess yang ditunjuk untuk mengelola pemusatan tempat terutang PPN, terinci per
masing-masing Sales/Mess dan terkonsolidasi meliputi seluruh kegiatan yang terutang dan
yang tak terutang PPN dari semua Sales/Mess yang ada dalam satu wilayah pemusatan.
c. Sales/Mess hanya menerbitkan Faktur Pajak Sederhana, diserahkan kepada pembeli pada
saat pembayaran melalui kasir bersama dengan saat penyerahan Barang Kena Pajak, dan
menyampaikan laporan kegiatannya kepada tempat pemusatan PPN yang terutang yang telah
ditunjuk.
d. Setiap penambahan Sales/Mess baru dan atau perubahan alamat harus segera dilaporkan
kepada kami.
Bilamana salah satu dari ketentuan-ketentuan pada butir 3 tersebut di atas tidak dipenuhi, maka ijin
pemusatan tempat terutang PPN ini akan dicabut dan Sales/Mess diharuskan melaporkan usahanya untuk
dikukuhkan menjadi PKP pada Kantor Pelayanan Pajak setempat.
Dengan diberlakukannya surat ini, maka surat Direktur Jenderal Pajak Nomor : S-1616/PJ.52/1998 tanggal
24 Juli 1998 dinyatakan tidak berlaku lagi.
Demikian untuk dapat dimaklumi.
A.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR PPN DAN PTLL
ttd
A. SJARIFUDDIN ALSAH
peraturan/0tkbpera/f50fb34f27bd263e6be8ffcf8967ced0.txt · Last modified: by 127.0.0.1