peraturan:0tkbpera:4a46fbfca3f1465a27b210f4bdfe6ab3
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 303/KMK.017/2000
TENTANG
PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 481/KMK.017/1999
TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
a. bahwa peraturan pelaksanaan di bidang usaha perasuransian perlu disesuaikan dengan perkembangan
kegiatan industri asuransi pada khususnya dan perkembangan perekonomian nasional pada umumnya;
b. bahwa sehubungan dengan itu, dipandang perlu untuk mengubah beberapa ketentuan dalam
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 481/KMK.017/1999 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan
Asuransi dan Perusahaan Reasuransi dengan Keputusan Menteri Keuangan;
Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (Lembaran Negara Tahun 1992
Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3467);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian
(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3506) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999
Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3861);
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 355/M Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabinet
Persatuan Nasional;
4. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 481/KMK.017/1999 Tahun 1999 tentang Kesehatan Keuangan
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI
KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 481/KMK.017/1999 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN
PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI.
Pasal I
Menambah 2 (dua) pasal baru di antara pasal 31 dan pasal 32 yaitu pasal 31A dan pasal 31B, yang berbunyi
sebagai berikut :
Pasal 31A
(1) Dalam hal terjadi penggabungan 2 (dua) atau lebih badan hukum tempat Perusahaan Asuransi
dan Perusahaan Reasuransi melakukan investasi dan jumlah penempatan investasi pada
badan hukum hasil penggabungan menjadi lebih besar dari batasan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 7 dan atau Pasal 8, maka kelebihan jumlah penempatan investasi tersebut
diperlakukan sebagai kekayaan yang diperkenankan untuk jangka waktu paling lama 12 (dua
belas) bulan sejak tanggal penggabungan;
(2) Tanpa mengurangi berlakunya ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), untuk
penggabungan badan hukum dalam rangka restrukturisasi perbankan di Indonesia, yang
terjadi sebelum Keputusan ini ditetapkan, yang mengakibatkan jumlah deposito dan atau
sertifikat deposito Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi melebihi batasan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1) dan atau pasal 8, maka kelebihan jumlah
penempatan deposito dan atau sertifikat deposito tersebut diperlakukan sebagai kekayaan
yang diperkenankan untuk jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal
ditetapkannya Keputusan ini.
(3) Dalam hal Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dan ayat (2) menempatkan tambahan investasi pada badan hukum hasil
penggabungan selama masa penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
dan mengakibatkan jumlah investasi menjadi lebih besar dari batasan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 7 dan Pasal 8, maka tambahan investasi yang terjadi diperlakukan sebagai
kekayaan yang tidak diperkenankan.
Pasal 31B
(1) Ketentuan mengenai pembatasan penempatan kekayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal
7 ayat (1) dan pasal 8 tidak berlaku bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi
dengan sistem syari'ah.
(2) Ketentuan mengenai jenis, penilaian, dan pembatasan penempatan kekayaan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7 bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi dengan sistem syari'ah diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal
Lembaga Keuangan.
Pasal II
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan menempatkannya
dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Juli 2000
MENTERI KEUANGAN
ttd
BAMBANG SUDIBYO
peraturan/0tkbpera/4a46fbfca3f1465a27b210f4bdfe6ab3.txt · Last modified: by 127.0.0.1