Tanya
(email) mas/mba, ini kan kalo lawan transaksi punya dgt berarti kan sesuai dengan p3b indo-singapur ya? kalo enggak, berarti dia dipotong pph 26. gitu kan ya? nah misal dipotong pph 26 kursnya pake kurs saat apakah? lalu terkait ppn, ppn jln tetep terutang meskipun non-pkp kan ya? lalu ssp yg sudah dibayarkan yg udah ada ntpn nya dianggap sudah melaporkan ppn yg terutang, begitu kah?
Jawaban
benar mas, kalo ada dgt pake tarif sesuai p3b indonesia-singapura, kalo tidak ada dgt maka kena tarif normal pph 26 sebesar 20%. Untuk kurs nya menggunakan kurs kmk saat terutangnya PPh pasal 26. Untuk pemanfaat jasa dari luar daerah pabean benar semua mas, pembayaran dengan SSP dan tidak melihat PKP atau non PKP nya. Terkait pelaporan benar juga sesuai aturan ini, Orang pribadi atau badan yang bukan Pengusaha Kena Pajak yang melakukan pembayaran PPN yang terutang atas pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan telah mendapat validasi dengan nomor transaksi penerimaan negara dianggap telah melaporkan PPN yang terutang tersebut sesuai dengan tanggal validasi. Pasal 11 ayat (4) PMK 9/PMK.03/2018
SABRINA AYU WARDHANI
Dasar Hukum
- silakan ganti "XXXXXXXX" di mode edit pada bagian dasar hukum dengan kodifikasi ketentuan. Contoh untuk lebih dari satu dasar hukum, "021983-uu7th", "362015-se15pj"
Discussion