DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
___________________________________________________________________________________________
9 April 2003
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE - 13/PJ/2003
TENTANG
PEMBERIAN SURAT KETERANGAN TERDAFTAR (SKT) DAN KARTU NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP)
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
Sehubungan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-161/PJ./2001 tanggal 21 Pebruari 2001
tentang Jangka Waktu Pendaftaran Dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran Dan Penghapusan
Nomor Pokok Wajib Pajak, Serta Pengukuhan Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, dan dalam
rangka pelayanan prima, dengan ini diminta perhatian Saudara untuk hal-hal sebagai berikut :
1. Apabila Wajib Pajak atau Kuasa Wajib Pajak telah mengisi, menandatangani dan menyampaikan
formulir pendaftaran beserta persyaratannya yang telah dilengkapi, maka KPP wajib memproses dan
menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar dan Kartu NPWP pada saat itu juga.
2. Dalam hal terjadi:
2.1 Kerusakan komputer pada TPT dan/atau seksi TUP, maka pelayanan pendaftaran NPWP dapat
tetap dilaksanakan dengan menggunakan komputer yang mempunyai fasilitas SIP pada seksi-
seksi lain dengan menggunakan login TUP.
2.2 Aliran listrik dan/atau jaringan SIP pada KPP mengalami gangguan, maka pelayanan
pendaftaran NPWP dilaksanakan dengan cara manual dan apabila aliran listrik dan/atau
jaringan SIP telah baik kembali maka NPWP tersebut harus segera direkam dalam aplikasi
SIP.
2.3 Pejabat Penandatangan Surat Keterangan Terdaftar dan Kartu NPWP dalam hal ini Kepala
Seksi TUP tidak ada atau berhalangan hadir, maka Kepala Kantor Pelayanan Pajak harus
menandatanganinya atau langsung menunjuk Pejabat yang menandatanganinya.
3. Apabila persyaratan yang disampaikan Wajib Pajak tidak lengkap, maka harus dikembalikan dengan
memberikan penjelasan kepada Wajib Pajak mengenai kelengkapan yang masih harus dipenuhi.
4. Pemberian Surat Keterangan Terdaftar dan Kartu NPWP tidak dipungut biaya
Demikian untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
DIREKTUR JENDERAL,
ttd
HADI POERNOMO